Spektrofotometri merupakan suatu metode analisa menggunakan energi sinar yang diarahkan ke suatu larutan berwarna dan pengukuran cahaya yang diserap. Alat yang digunakan untuk mengukur nilai serapan spektofotometer /nilai transmitan / absorbansi (Saputra 2009). Dalam spektrofotometri, sinar yang digunakan merupakan suatu berkas yang panjang gelombangnya tidak berbeda banyak satu dari yang lain (mendekati monokhromatis). Penggunaan sinar dalam spektrofotometri dapat berupa sinar tampak, sinar Ultra Violet (UV), dan sinar Infra Merah (IM) (Harjadi 1986). Hukum yang mendasari prinsip spektrofotometri adalah hukum Lambert-Beer, yaitu:

Absorbansi= ε (absorptivitas molar) x t (tebal kuvet) x c (konsentrasi larutan)

(Clark 2007)

Prinsip spektofotometri ini adalah dipancarkannya sinar ke suatu larutan berwarna, di mana saat itu analat ada yang dipantulkan, diserap dan diteruskan. Spektrofotometri digunakan untuk menganalisa asam amino lisin (asam amino yang banyak terdapat dalam kentang (Solanum tuberosum)) karena asam amino lisin merupakan asam amino polar dengan gugus –R yang tidak bermuatan. Apabila asam amino lisin bereaksi dengan reagen ninhidrin yang merupakan hidrat dari triketon siklik, maka akan menghasilkan CO¬¬2.NH3 dan suatu aldehid dengan satu atom karbon kurang dari asam amino induknya yang berwarna ungu (Underwood 1986). Munculnya senyawa berwarna ini dapat dimanfaatkan untuk analisa menggunakan metoda spektrofotometri.

Comments are closed.